Perjalanan touring melintasi keindahan alam Gorontalo seringkali menyisakan pemandangan yang kontradiktif: keasrian alam yang dirusak oleh sampah, terutama sampah plastik. Sebagai komunitas motor besar yang memiliki pengaruh luas, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Gorontalo mengambil langkah proaktif dengan mengintegrasikan aksi bersih sebagai bagian dari agenda rutin mereka di jalanan. Komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan bentuk nyata tanggung jawab lingkungan yang kini mulai diikuti oleh banyak komunitas motor lainnya di Indonesia.
Masalah sampah plastik di tempat wisata atau jalur-jalur touring sering terjadi karena minimnya fasilitas pembuangan sampah dan kurangnya kesadaran pengendara. HDCI Gorontalo memahami bahwa komunitas mereka adalah kelompok yang sering melintasi titik-titik indah tersebut. Oleh karena itu, setiap rombongan kini wajib membawa perlengkapan kebersihan dasar di dalam boks motor mereka. Hal sederhana seperti kantong sampah khusus yang disiapkan di setiap motor menjadi peralatan wajib, setara dengan perlengkapan safety riding.
Strategi yang diterapkan adalah melakukan pengumpulan sampah di setiap tempat perhentian atau pos yang dituju. Sebelum meninggalkan lokasi, para anggota akan memastikan area di sekitar mereka benar-benar bersih. Tidak jarang, mereka juga mengajak komunitas lokal atau penduduk setempat untuk ikut serta. Sinergi ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat. Aksi nyata ini secara perlahan mengubah citra biker di mata masyarakat; dari yang semula dianggap hanya sebagai kumpulan orang yang bising, menjadi komunitas yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Penting untuk dipahami bahwa kelola sampah plastik memerlukan konsistensi. HDCI Gorontalo tidak hanya fokus pada apa yang mereka tinggalkan, tetapi juga berusaha meminimalisir apa yang mereka bawa. Misalnya, dengan mengimbau para anggota untuk menggunakan botol minum guna ulang (tumbler) alih-alih membeli air minum kemasan plastik di sepanjang rute touring. Upaya edukasi internal ini terbukti efektif dalam mengurangi beban limbah yang dihasilkan selama perjalanan panjang.
